Berita

Ulama Aceh Buat Fatwa Masalah Adopsi Anak: Haram Jika Sambungkan Nasab

Ulama Aceh Buat Fatwa Masalah Adopsi Anak: Haram Jika Sambungkan Nasab

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh keluarkan fatwa mengenai pengangkatan anak (adopsi) menurut fikih Islam. Dalam fatwa itu, adopsi anak hukumnya haram bila menyambungkan nasab (keturunan) pada orangtua angkat.  Fatwa itu dikeluarkan pada Rabu (12/2/2020) tempo hari sesudah MPU Aceh mengadakan QQ338 sidang. Ada enam point yang ditetapkan dalam fatwa itu. Pada point menimbang disebut, fatwa dikeluarkan sebab beberapa masalah adopsi yang berlangsung di tengahnya warga banyak memunculkan persoalan baik dari sisi agama atau sosial.

Isi fatwa itu yakni:

1. Pengangkatan anak (tabanni) dalam makna jadikan anak orang lain jadi anak kandungnya sendiri dengan menyambungkan nasab pada dianya ialah haram.
2. Pengangkatan anak (tabanni) dalam makna jadikan anak orang lain jadi anggota keluarganya dengan arah wujudkan kasih sayang, pendidikan serta yang lain ialah diperbolehkan.
3. Pengangkatan anak (tabanni) yang diperbolehkan dalam Islam harus penuhi ketetapan berikut ini:

  •  calon orangtua angkat serta calon anak angkat harus se-iman serta se-aqidah.
  •  jalinan orangtua angkat dan keluarganya dengan anak angkat ialah ikuti status asal mereka semasing.
  • orangtua angkat serta anak angkat tidak sama-sama mewarisi serta tidak memiliki jalinan perwalian.
  • jati diri asli anak angkat tertera dalam akte kelahiran serta tercatat pada Disdukcapil
  • dikerjakan lewat keputusan mahkamah Syariah serta ketetapan ketentuan lain yang bisa dipertanggungjawabkan.

4. Orangtua angkat berkewajiban mengasuh, mendidik, pelihara dengan penuh perhatian serta kasih sayang dan diperlakukan seperti anak sendiri.
5. Orangtua angkat atau pakar warisnya disarankan memberi hibah pada anak angkat sewaktu hidupnya dan sebaliknya.

Baca juga : Windows 10 Lebih Baik Dalam Model Gelap Berikut Langkah Mengaplikasikan Topik Gelapnya

Plt Ketua MPU Aceh, Teungku Faisal Ali, menjelaskan persoalan adopsi anak ini ada sesudah ditemukannya banyak masalah pengangkatan anak di tengahnya warga yang belum sesuai ketetapan agama. “Background kita memfatwakan dengan topik adopsi anak dalam sudut pandang fiqh ini sebab banyak kita dapatkan dalam pengangkatan anak di tengahnya warga kita itu yang menurut analisis kita ialah tidak sesuai ketentuan-ketentuan agama,” kata Faisal pada wartawan, Kamis (13/2).

Menurut dia, bila ada yang diadopsi adalah anak yang dibuang orang tuanya, karena itu berlaku hukum yang sama. Faisal mengharap Mahkamah Syar’iyah memerhatikan ketentuan-ketentuan syariat dalam soal anak angkat memperoleh warisan. “Sebab ketetapan akhir dalam resmi tidaknya satu orang mengusung anak berada di Mahkamah Syar’iyah, jadi kita mengharap Mahkamah Syar’iyah memerhatikan sekali ketentuan-ketentuan syariat contohnya mengenai proses memperoleh warisan serta tidaknya seorang anak angkat,” ucapnya.

Comment here