Berita

Ma’ruf Banding Pemulangan WNI Bekas ISIS-Virus Corona: Berhati-hati

Ma'ruf Banding Pemulangan WNI Bekas ISIS-Virus Corona: Berhati-hati

Wakil Presiden (Wakil presiden) Ma’ruf Amin menjelaskan wawasan pemulangan 600 WNI bekas anggota ISIS ke Indonesia masih ditelaah. Analisis dalam itu mempunyai tujuan supaya WNI bekas ISIS tidak malah memengaruhi masyarakat. “Ya itu masih dibicarakan. Pasti kita pertama tidak mau mereka yang telah, apa ya namanya, terjangkit, terkena radikalisme itu pasti jika dikembalikan apa lakukan penyebaran atau mungkin tidak,” kata Ma’ruf di kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).

Ma’ruf selanjutnya menganalogikan pemulangan beberapa WNI bekas ISIS itu dengan penyebaran virus Corona yang tengah ramai jadi pembicaraan dunia. “Ini saja kita virus Corona saja kan kita harus waspada, serta dikerjakan pemantauan, isolasi. Nah, ini harus dipikir. Ini jika menyebar bahaya telah,” sambungnya. Menurut dia, efek pemulangan beberapa WNI itu harus dipikir dengan masak. Sampai sekarang belumlah ada ketetapan beberapa WNI bekas ISIS itu akan dipulangkan atau mungkin tidak.”Karenanya masih juga dalam pengkajian ya. Jadi belumlah ada rangkuman seperti apa. Pasti jika dipulangkan seperti apa, triknya bagaimana, itu masih diulas,” sebut Ma’ruf.

Bila jadi dipulangkan, kata Ma’ruf, beberapa anak WNI dipulangkan. Tetapi Ma’ruf kembali memperingatkan efek dari pemulangan itu. “Pasti semua. Kebijaksanaannya lengkap, apa disebarkan apa tidak. Jika disebarkan triknya bagaimana (menahan). Selanjutnya bagaimana agar tidak memberi efek pada lainnya, penyebaran. Agar jangan ada memberi efek jelek buat lainnya. Jadi itu bahasannya mendalam lah. Belumlah ada kesimpulannya. Kita nantikan saja,” tutupnya.

Baca juga : MOBILE LEGENDS NATALIA TEMUKAN REVAMP BARU UNTUK MEMBUNUH META MARKSMAN

Awalnya dikabarkan, pemerintah merencanakan memulangkan WNI bekas ISIS di Suriah. Tubuh Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan gagasan pemulangan Foreign Terrorist Fighter (FTF) itu masih diulas bersama dengan beberapa pihak berkaitan. “Kami telah terima info jika ada seputar 600 lebih FTF Indonesia yang berada di Suriah. Umumnya memang ialah wanita serta beberapa anak. Sekarang hal tersebut masih diulas di Kemenko Polhukam bersama dengan Kementerian serta Instansi berkaitan yang lain untuk langkah tindak lanjut yang akan datang,” kata Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dalam info wartawan yang diterima adopt2008.org, Senin (3/2/2020).

Comment here