Berita

Ini Bukti DPR AS Makzulkan Donald Trump

Ini Bukti DPR AS Makzulkan Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sah dimakzulkan oleh DPR AS pada Rabu (19/12/2019) malam lewat sidang pleno. Dalam sidang itu, DPR AS mempersetujui dua kasus pemakzulan pada Trump. Mengenai jumlahnya sedikitnya support yang diperlukan DPR AS buat bawa proses pemakzulan ke level senat merupakan 216.

Dengan dihasilkannya ketetapan itu, Trump jadi Presiden ke-3 yang dimakzulkan di Amerika Serikat oleh DPR. Perkara pemakzulan ini lumayan menarik perhatian, di mulai dari karena sampai resminya ketetapan pemakzulan itu. Merilis dari beberapa beberapa berita Kompas. com, berikut beberapa kenyataan dalam proses pemakzulan Trump ini.

1. Fakta pemakzulan Pengumpulan bukti-bukti resmi buat pemakzulan Presiden Trump oleh Partai Demokrat dibuka tanggal 25 September lalu, yang didasarkan laporan pengaduan seseorang informan (whistleblower) . Trump dituding menyelewengkan kekuasaan serta merintangi pengumpulan bukti-bukti kongres.

Penyelewengan ini berkaitan dengan permohonan Trump pada pemerintah Ukraina buat memeriksa calon lawannya Joe Biden dalam Pemilihan presiden AS tahun 2020. Gedung putih sudah meluncurkan transkrip perbincangan telpon di antara Trump dengan Presiden Ukraina Zelensky pada 25 Juli saat lalu. Didalamnya mengonfimasi permohonan dukungan dari faksi Trump pada pihak Zelensky.

Perkara ini bertambah berkembang selesai seseorang pengacara mengklaim jika ada informan ke dua yang tampak. Kehadiran informan yang mengklaim jika mereka punya info langsung terkait panggilan Trump dengan Presiden Ukraina dipandang akan menyulitkan faksi presiden buat menentang kebenaran laporan ini.

Export Dibuka Dapat Pacu Peburuan Benih Lobster Semakin Ramai

2. Punya beberapa tokoh kunci Merilis Kompas. com (2/10/2019) , penyelidikan yang berakhir pada pemakzulan Trump oleh DPR tidak lepas dari beberapa tokoh kunci. Tersebut disini beberapa tokoh kunci dalam pemakzulan Trump :

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Joe Biden serta Hunter Biden Viktor Shokin serta Yuri Lutsenko Rudy Giuliani Nancy Pelosi Adam Schiff Mike Pence serta Mike Pompeo Whistleblower Beberapa tokoh itu punya andilnya semasing dalam proses pemakzulan yang berlangsung di livescore.

3. Kirim Surat ke Ketua DPR AS serta Tolak Undangan Komisi Yudisial Saat malam pemakzulan, Presiden Donald Trump berkirim surat penuh kemarahan terhadap Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

Mengambil Kompas. com (18/12/2019) , dalam surat itu, Trump menuduh ketua DPR AS ” memberitakan perang pada demokrasi. ” Dia mengklaim sudah ” dicabut proses dari fundamen Konstitusi AS lewat pemakzulannya. ” Dalam surat selama enam halaman itu, Trump menilai proses pemakzulan serta Pelosi.

Terkecuali itu, Komisi Yudisial AS sempat mengundang Trump serta kuasa hukumnya buat hadir sidang. Komisi Yudisial mempersilakan klub presiden buat memaparkan bukti maupun menanyakan proses sidang. Akan tetapi, undangan itu malahan tidak diterima.

4. Kalah dalam Sidang Pemakzulan oleh DPR AS Sidang pemakzulan Trump dikerjakan Rabu (18/12/2019) malam atas dua kasus, ialah penyelewengan kekuasaan serta merintangi pengumpulan bukti-bukti. Sidang itu di pimpin oleh Nancy Pelosi.

Dia adalah orang yang lepaskan pemakzulan Trump di voting awal kalinya. Merilis dari Reuters, hasil voting memperlihatkan jika 230 orang sepakat dengan pemakzulan serta 197 tidak sepakat dengan kasus penyelewengan kekuasaan.

5. Jelaskan Kemarahan di Twitter Atas ketetapan yang diputuskan oleh DPR AS, Donald Trump meresponsnya dengan kemarahan lewat account twitter-nya. Dengan gunakan huruf kapital, Trump berbicara kalau pemakzulan yang dikerjakan terhadap dianya merupakan satu bentuk serangan terhadap Amerika serta Partai Republik. Posting ini diupload pada Kamis (19/12/2019).

Comment here