Berita

Peraturan Baru Garuda Indonesia Untuk Awak Kabin

Peraturan Baru Garuda Indonesia Untuk Awak Kabin

Manajemen maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sudah meniadakan kebijaksanaan penerbangan yang sebelumnya diindikasikan memforsir awak kabin.

Kebijaksanaan itu awalnya mewajibkan awak kabin lakoni penerbangan jarak jauh pergi-pulang nonsetop. Surat pemberitahuan berkaitan kebijaksanaan anyar ini menyebar di group perpesanan instant awak kabin Garuda Indonesia pada Selasa (10/12/2019).

Surat itu diantar oleh Senior Manajer Flight Assignment Garuda Indonesia atas perintah Board of Director Garuda Indonesia atau BOD pada semua Station Manajer, Senior Manajer Unit JKTOGC, serta Station Manajer Unit JKTCCR.

Tempo terima pesan terusan itu dari satu diantara sumber di lingkungan internal Garuda Indonesia. Dalam surat ini, manajemen pastikan terjadi perputaran awak kabin jadi hasil adit yang dikerjakan oleh Direktur Kelaikudaraan serta Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan.

“Berkaitan dengan hasil audit DKUPPU serta instruksi rekonsilasi skedul cabin kru untuk beberapa rute penerbangan yang awalnya diterbangkan vv (return flight/penerbangan PP) jadi kembali RON (remain over night) at station, berikut kami berikan rute penerbangan station yang disebut,” seperti diambil dari surat itu.

Mengenai rute yang terpengaruh rekonsilasi ialah Bali-Narita-Bali, Jakarta-Nagoya-Jakarta, Jakarta-Meulbourne-Jakarta.

Lalu, Denpasar-Meulbourne-Denpasar, Jakarta-Sydney-Jakarta, Denpasar-Sydney-Denpasar, Denpasar-Kansai-Denpasar. Selanjutnya Denpasar-Beijing-Denpasar, Jakarta-Shanghai-Jakarta, Denpasar-Shanghai-Jakarta, Denpasar-Xianyang-Denpasar, serta Jakarta-Hong Kong-Jakarta.

Isi Surat

Isi surat itu memerintah semua Station Manajer Garuda menyiapkan fasilitas buat awak kabin sesuai keperluan. Dalam surat itu, Stasion Manajer Unit JGKOGC ikut diperintah untuk mengirim perputaran awak kabin paling baru ke unit berkaitan. Sedang, Station Manajer Unit JKTCCR disuruh agar bisa lakukan rekonsilasi penempatan awak kabin.

Anap SMP Gunakan Anak Ayam Untuk Menghindari Kecanduan Internet

Plt Direktur Penting Garuda Indonesia Fuad Rizal belum memverifikasi berita itu, tetapi Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia Zaenal Muttagin membetulkan info itu. Tetapi, dia menyebutkan kebijaksanaan ini belum terealisasi.

“Realisasinya belum dikerjakan secara detail,” katanya.

Beberapa pramugari Garuda Indonesia Persero sebelumya menyalahkan skema kerja pergi-pulang masa kepemimpinan direktur penting lama, Ari Askhara.

Pramugari Tidak Istirahat

Sekretaris Jenderal Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Jacqueline Tuwanakotta menjelaskan pramugari acap tidak mempunyai waktu istirahat waktu jalani penerbangan jarak jauh karena skema itu.

“Contoh Jakarta-Sydney-Jakarta harusnya 3-4 hari jadi PP. Hal tersebut bawa efek tidak bagus ke awak kabin,” kata Jacquline waktu didapati di kantor Kementerian Tubuh Usaha Punya Negara atau BUMN, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Sebab skema anyar ini, menurut Jacquline , ada delapan pramugari anggota IKAGI yang roboh. Dia mengklaim delapan karyawan sakit sampai opname sesudah skema itu diresmikan. Mengenai skema kerja pramugari itu mulai efisien pada Agustus 2019.

Narasi yang sama dikatakan oleh anggota IKAGI yang lain, Hersanti. Ia menyebutkan sempat rasakan skema ini jadi efek efisiensi waktu lakukan penerbangan ke Meulbourne.

“Saya baru datang (datang) serta kesini cukup meriang. Selama 18 jam saya harus kerja membuka mata dan sebagainya,” kata Hersanti.

Dia mengaku skema kerja pergi-pulang sering cuma berlaku buat pramugari. Sedang kokpit atau awak fight deck diberi waktu rehat.

Comments (3)

  1. […] Baca juga : Peraturan Baru Garuda Indonesia Untuk Awak Kabin […]

  2. […] Baca juga : Peraturan Baru Garuda Indonesia Untuk Awak Kabin […]

  3. […] Peraturan Baru Garuda Indonesia Untuk Awak Kabin December 11, 2019 […]

Comment here