Berita

Ayah Tiri Yang Sunguh Kejam Lempar Bayi Sampai Pendarahan Otak

Ayah Tiri Yang Sunguh Kejam Lempar Bayi Sampai Pendarahan Otak

Berinisial D (15 bulan) dibuang ke tembok oleh ayah tirinya, Roni Andriawan (39), sampai meninggal. Polisi temukan beberapa luka di badan korban. Kapolsek Serang Baru AKP Wito menjelaskan bayi D sudah sempat dibawa ke rumah sakit oleh aktor serta si ibu, DA (39). Keadaan bayi D yang awalannya sehat tetapi mendadak dikatakan wafat Rajapoker membuat polisi berprasangka buruk serta lakukan penelusuran ke rumah sakit.

“Ada bayi yang tempo hari sehat, tempo hari dapat bermain, mendadak dibawa ke rumah sakit terus wafat,” tutur AKP Wito saat dihubungi, Kamis (29/8/2019). “Kejanggalannya didapati, (cedera) di jidat kepala ada banyak biru ya, di paha. Seperti dicubit ya,” tutur AKP Wito. Bayi D selanjutnya diautopsi. Hasil autopsi tunjukkan jika korban alami cedera dibagian kepala. Korban alami kekerasan benda tumpul dibagian kepalanya, hingga menyebabkan pendarahan di otak.

Baca juga : Tanggapan Istana LPSK Berhentikan Service Sebab Minim Budget

“Karena kematian korban kekerasan tumpul di kepala hingga organ otak diketemukan perdarahan luas pada rongga kepala serta pembengkakan otak sisi dalam hingga mati lemas,” ucap Wito. Polisi selanjutnya langsung bergerak lakukan penyidikan. Polisi mengecek ibunda korban dan aktor. “Aktor sudah sempat berbelit, tapi sesudah diinterogasi dengan dalam pada akhirnya mengaku sudah menganiaya korban lewat cara melempar korban serta ini berkesesuaian dengan hasil autopsi,” tutur Wito.

Roni melempar korban ke tembok sekitar 3 kali serta 2 kali kepala korban tentang tembok. Disebut, Roni emosi sebab menganggap tidurnya terusik oleh korban yang rewel. Polisi selanjutnya tangkap Roni. Roni sekarang ditahan di Polsek Serang Baru. “Aktor telah diputuskan jadi terduga serta ditahan,” ucapnya. Aktor dijaring masalah 76 huruf c junto masalah 80 UU nomer 17 tahun 2016 atas pergantian UU 23 tahun 2002 mengenai perlindungan anak dengan intimidasi hukuman 15 tahun penjara.

Comment here